Manusia senantiasa butuh Allah baik dalam keadaan sedih, bahagia, miskin, kaya, sakit, sehat, difitnah, berkuasa, berlumuran dosa, mulai timbul rasa sombong, iri dengki, menantikan datangnya jodoh atau keturunan, ketika rumah tangganya berantakan, ketika anak keturunannya susah diatur, pun ketika menginginkan pandai, sukses, dan saat rahmat Allah tercurah berlimpah ruah.
Nilai lebih buku ini adalah karena ditulis oleh wartawan muda Satrio Arismunandar berdasarkan pengamatan langsung dari tempat kejadian. Ketika bom dan peluru kendali dari pasukan koalisi dihujamkan bertubi-tubi ke bumi Irak, ia bersama beberapa anggota Tim Perdamaian Teluk justru berada di jantung sasaran itu, kota Baghdad. Buku ini bukan analisis politik atau militer, namun berisi pengalaman l…