Nilai lebih buku ini adalah karena ditulis oleh wartawan muda Satrio Arismunandar berdasarkan pengamatan langsung dari tempat kejadian. Ketika bom dan peluru kendali dari pasukan koalisi dihujamkan bertubi-tubi ke bumi Irak, ia bersama beberapa anggota Tim Perdamaian Teluk justru berada di jantung sasaran itu, kota Baghdad. Buku ini bukan analisis politik atau militer, namun berisi pengalaman l…