Text
jangan miringkan sajadahmu!
Antoniabaly Remi Ha begitu, Jat? Kenapa kamu bisa sampai menalak istrimu tiga kali sekaligus? Apa mu tidak tahu akibat dari talakmu ini?!" "Saya tahu, Pak Kia... Ssss... saya... ingin minta tolong kepada Pak Kiai. Saya sangar mencintai istri saya, Pak Kiai. Saya udak ingin berpisah dengannya. Sss... saya... ingin kem bali menikahi istri saya, Pak Kiai...tangis jati memelas. "Nggak bisa, Jar! Walau kamu menangis darah sekalipun, nggak mungkin kamu bisa lang- sung menikahi istnmu lagi. Kecuali jika istrimu sudah menikah lagi dengan laki-laki lain, itu pun kalau suami baru istrimu itu mau menceraikan istrimu. Kalau tidak, kamu ya tetap tidak bisa menikahi istrimu lagi, Jat, seumur hidupmu...!" "Sekaranglah saatnya memiliki Nastiti kembali. Ganjalan syanah yang selama ini mem belenggu kami kini telah pudar. Nastiti kini telah menikah dengan Hafizh. Dan, itu berarti kami sudah melampaui satu tahapan syariah. Jika aku benar-benar ingin dapat memiliki Nastiti kembali, maka tidak ada pilihan lain kecuali menyuruh Nastiti segera meminta ceral dari Hafizh. Inilah kesempatan itu..." pekik hati Jati dengan penuh gembira. Terbayangkah bagaimana rasanya bila sepasang suami-istri yang shalih-sh: sebab emosi sesaat, terlontarlah talak tiga?! Maka, jatuhlah talak yang penuh naj terpisahlah cinta dan kasih itu. Demi syanah, maka harus ada laki-laki lain y cinta suci mereka berdua. Demi syariah yang ditetapkan Allah Swt., Jati dan Nasi sosok Hafizh dalam kehidupan mereka. Tetapi, rupanya harga diri, emosi, cin nafsu, sesal, getir, patuh, dan rasa takut kehilangan, sungguh ndak sesederhan selalu ada setan yang tak kunjung capek menarik-narik sajadah kepatuhan di hat tidak lurus kembali. Berhasilkah mereka? Inilah novel penuh hikmah yang inga Allah akan membuat Anda kian dewasa-bijaksana
Tidak tersedia versi lain